Berlangganan Edumuslim
Wallpaper
EduMuslim Publish
Organisasi / Referensi
Home » Motivasi-Islami » Lihat Artikel
Memahami Kesalahan II
13-07-2009 14:59:11 WIB Oleh : Purwanto Abd-AlghaffarIngatlah Kesalahan, Agar Tidak Lupa dan Terulang
Seorang muslim tidak melakukan kesalahan yang sama lebih dari dua kali, strategi berikutnya adalah ; senantiasa mengingat kesalahan yang pernah kita buat, bahkan seorang muslim yang pintar akan senantiasa mengenang kesalahanyang pernah dibuat oleh orang lainn. Memang bukan hal yang menyenangkan mengingat-ingat kejadian yang membuat kita malu, membuat kita sedih, dan marah kepada diri sendiri. Namun begitulah kehidupan kita melihat masa lalu supaya kita mendapat pelajaran demi kehidupan di masa depan yang lebih baik.
“ Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? dan tahukah kamu Apakah hari kiamat itu? kaum Tsamud dan 'Aad telah mendustakan hari kiamat. Adapun kaum Tsamud, Maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa. Adapun kaum 'Aad Maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi Amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; Maka kamu Lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka dan telah datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar. Maka (masing-masing) mereka mendurhakai Rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras. Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera, agar Kami jadikan Peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.” (QS Al-Haqqah : 1- 12)
Allah banyak menuturkan kisah-kisah masa lalu, terutama kesalahan-kesalahan dari orang-orang di masa lalu misalnya seperti kaum ad, kaum nuh, kaum nya Nabi sholeh dsb. Salah satu tujuannya adalah agar kita mengingat kesalahan tersebut, mengenang kesalahan tersebut. Namun tidak cuma mengingat, tidak cuma mengenang tanpa tujuan, tetapi mengingatnya agar tidak terjadi pada diri kita. Biasakan untuk jangan melupakan suatu kesalahan.
“ Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? dan tahukah kamu Apakah hari kiamat itu? kaum Tsamud dan 'Aad telah mendustakan hari kiamat. Adapun kaum Tsamud, Maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa. Adapun kaum 'Aad Maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi Amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; Maka kamu Lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka dan telah datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar. Maka (masing-masing) mereka mendurhakai Rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras. Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera, agar Kami jadikan Peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.” (QS Al-Haqqah : 1- 12)
Allah banyak menuturkan kisah-kisah masa lalu, terutama kesalahan-kesalahan dari orang-orang di masa lalu misalnya seperti kaum ad, kaum nuh, kaum nya Nabi sholeh dsb. Salah satu tujuannya adalah agar kita mengingat kesalahan tersebut, mengenang kesalahan tersebut. Namun tidak cuma mengingat, tidak cuma mengenang tanpa tujuan, tetapi mengingatnya agar tidak terjadi pada diri kita. Biasakan untuk jangan melupakan suatu kesalahan.
Pecahkan Masalahnya, Sehingga Tidak Berulang
Seorang muslim tidak melakukan kesalahan yang sama lebih dari dua kali, strategi berikutnya untuk menghindari hal buruk itu adalah ; pecahkan masalahnya, sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Suatu kesalahan yang kita buat pasti ada sebab musababnya, misalnya seseorang tidak lulus ujian kenaikan kelas. Dia harus melakukan intropeksi agar tahu apa kesalahan yang dia buat sehingga nilainya jelek dan dia menemukan sebabnya karena dia malas belajar. Selanjutnya orang ini harus memecahkan masalah kemalasan ini, dia harus berupaya untuk mencari cara mengatasi kemalasannya tersebut.
Seorang muslim tidak melakukan kesalahan yang sama lebih dari dua kali, strategi berikutnya untuk menghindari hal buruk itu adalah ; pecahkan masalahnya, sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Suatu kesalahan yang kita buat pasti ada sebab musababnya, misalnya seseorang tidak lulus ujian kenaikan kelas. Dia harus melakukan intropeksi agar tahu apa kesalahan yang dia buat sehingga nilainya jelek dan dia menemukan sebabnya karena dia malas belajar. Selanjutnya orang ini harus memecahkan masalah kemalasan ini, dia harus berupaya untuk mencari cara mengatasi kemalasannya tersebut.
Atau suatu saat kita berkata tentang sesuatu yang menyakiti hati teman kita. Harus kita cari apa sebabnya, bisa jadi kita terlalu banyak bercanda, bisa jadi kita mengatakan sesuatu pada tempat yang tidak tepat, atau hal-hal lain. Nah inilah yang mesti kita perbaiki dengan memperbaiki sebab dari lahirnya satu kesalahan akan menghilangkan kemungkinan kesalahan itu akan terulang lagi.
Antisipasilah, Sehingga Tidak Terulang
Salah satu ciri muslim yang sukses adalah memiliki kemampuan memproyeksi suatu kejadian, bersifat antisipatif dan inovatif. Seorang muslim tidak melakukan kesalahan yang sama lebih dari dua kali, mengantisipasi kesalahan adalah satu strategi penting agar kita tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama.
Kembali ke ilustrasi di atas, misalnya seseorang tidak lulus ujian kenaikan kelas. setelah dia melakukan intropeksi dan tahu bahwa sebab dari ketidaklulusannya adalah malas belajar. Dan dia sadar bahwa kelak dia masih akan menghadapi ujian lagi, maka kemalasannya belajar ini mesti diantisipasi, mesti dicari sebab kenapa dia malas belajar. banyak hal yang bisa dicoba misalnya membentuk grup belajar. Biasanya aktivitas belajar bersama teman-teman melahirkan semangat dan motivasi lebih besar ketimbang belajar sendiri. Semangat belajar kadang bisa ditingkatkan sambil menyetel musik misalnya, banyak lagi tips dan trik yang dapat digunakan.
Antisipasilah, Sehingga Tidak Terulang
Salah satu ciri muslim yang sukses adalah memiliki kemampuan memproyeksi suatu kejadian, bersifat antisipatif dan inovatif. Seorang muslim tidak melakukan kesalahan yang sama lebih dari dua kali, mengantisipasi kesalahan adalah satu strategi penting agar kita tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama.
Kembali ke ilustrasi di atas, misalnya seseorang tidak lulus ujian kenaikan kelas. setelah dia melakukan intropeksi dan tahu bahwa sebab dari ketidaklulusannya adalah malas belajar. Dan dia sadar bahwa kelak dia masih akan menghadapi ujian lagi, maka kemalasannya belajar ini mesti diantisipasi, mesti dicari sebab kenapa dia malas belajar. banyak hal yang bisa dicoba misalnya membentuk grup belajar. Biasanya aktivitas belajar bersama teman-teman melahirkan semangat dan motivasi lebih besar ketimbang belajar sendiri. Semangat belajar kadang bisa ditingkatkan sambil menyetel musik misalnya, banyak lagi tips dan trik yang dapat digunakan.
FahimQuran.com
Dilihat: 1070 kali Jumlah Kata: 621
Melihat Semua Artikel Penulis
Jadwal Sholat Hari Ini
| Shubuh | 04:38 |
| Terbit | 05:48 |
| Dhuhur | 11:48 |
| Ashr | 15:05 |
| Maghrib | 17:48 |
| Isya' | 18:58 |
| Untuk Kota : Bandung untuk selengkapnya... | |
Kolom Artikel
- Bengkel Tekno
- Cantik Muslimah
- Dunia Islam
- Dunia Pangan
- Gerbang Cahaya
- Info Palestina
- Islam Dan Sains
- Keluarga Idaman
- Kisah Inspiratif
- Lentera Kehidupan
- Motivasi Islami
- Pendidikan Anak
- Remaja Prestatif
- Resensi Buku
- Sajak Islami
Resensi
Statistik Web



.gif)










